15 Cara Untuk Mengenali Pasangan Yang Pembohong

Dibohongi sangatlah menyakitkan, tetapi akan lebih menyakitkan apabila Anda tidak menyadari bahwa orang terdekat di hidup Anda bukanlah pribadi yang jujur. Apakah hanya perasaan Anda saja atau orang tersebut bergelagat layaknya pembohong? Umumnya, ketika Anda merasa ada yang tidak beres, ada hal yang perlu Anda selidiki. Ketika Anda ingin mencari tahu apakah pasangan selingkuh atau penyebab perilakunya berbeda, bacalah panduan di bawah ini. Berikut adalah beberapa ciri-ciri orang yang sedang berbohong sehingga Anda dapat memastikan apakah pasangan Anda seorang pembohong atau bukan.

Ikuti kata hati Anda.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Anda tentunya mengenal orang terdekat di hidup Anda. Ketika merasa sedang dibohongi, Anda mungkin perlu menyelidikinya. Kebanyakan orang cukup andal dalam menangkap kebohongan, terutama apabila ia mengenali perilaku normal orang yang membohonginya. Apabila Anda merasa orang terdekat tidak terus terang, Anda boleh menyelidikinya.

Akan tetapi, bisa saja intuisi Anda kurang tepat. Ia mungkin sedang melalui sesuatu di hidupnya sehingga perilakunya berubah, atau ia mungkin berperilaku seperti ini karena sedang menyiapkan kejutan untuk Anda. Jangan langsung menarik kesimpulan, tetapi pahami bahwa perasaan Anda valid. Apabila Anda merasakan ada sesuatu yang janggal, Anda mungkin saja benar.

Pastikan apakah ceritanya berubah atau tidak.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Apabila ia sering mengubah ceritanya, ia mungkin sedang berbohong. Ketika berbohong, terkadang sulit untuk mengingat setiap detailnya, sehingga ia mungkin akan tidak sengaja mengubahnya. Apabila Anda merasa ia berbohong ketika menceritakan kejadian tertentu, ingat-ingat setiap detail yang ia ucapkan. Apabila ceritanya kurang masuk akal atau ia sering mengubah atau menghilangkan detail-detail tertentu, ia mungkin sedang berbohong.

Ketika memergoki pasangan berbohong, ini adalah pertanda bahwa ia mungkin akan kembali mengulanginya. Ketika pasangan tiba-tiba mengubah detail ceritanya, jangan menganggap bahwa ia “lupa” atau “membuat kesalahan.”

Sebagai contoh, pasangan mengatakan bahwa ia mampir dulu ke restoran cepat saji sebelum pulang ke rumah, tetapi saat menceritakannya lagi ia mengatakan “Oh, aku langsung pulang, kok.” Ini mungkin salah satu pertanda bahwa pasangan melupakan detail kebohongannya.

Akan makin parah apabila pasangan malah menyalahkan Anda atau mengatakan bahwa Anda mungkin lupa ketika kebohongannya terungkap. Ini sering disebut sebagai “gaslighting”, dan ini adalah salah satu lampu merah yang perlu Anda cermati.

Walaupun dapat menyebabkan konfrontasi, Anda juga bisa memintanya untuk menceritakan ulang ceritanya secara mundur. Umumnya, pembohong akan kesulitan untuk menceritakan kembali kebohongannya secara mundur.

Amati pasangan yang tiba-tiba menghindar.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Kebanyakan orang biasanya akan menghindari skenario yang mengharuskannya untuk berbohong. Apabila pasangan menghindar untuk mendiskusikan topik pembicaraan tertentu atau menceritakan hal yang telah ia lakukan, ia mungkin sedang menyembunyikan sesuatu. Orang yang jujur umumnya tidak keberatan untuk membicarakan topik tertentu. Akan tetapi, apabila ia sering menghindar ketika Anda mengajaknya membicarakan sesuatu, ia mungkin sedang berbohong. Berikut adalah beberapa ciri-ciri pembohong:

Menolak berdiskusi dengan mengatakan, “Kita bicarakan nanti, ya.”

Menjelaskan detail secara kurang jelas.

Mencoba untuk mengganti topik.

Menggunakan terlalu banyak kata ganti yang kurang jelas (misalnya mengatakan “ia” alih-alih nama.)

Tampak ragu atau berpikir terlalu lama ketika menjawab pertanyaan.

Amati apakah pasangan sering menyembunyikan ponselnya atau tidak.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Coba amati cara ia memperlakukan ponselnya. Apabila ia menempatkan ponselnya menghadap ke atas ketika berada di dekat Anda, ini merupakan pertanda bahwa ia tidak keberatan ketika Anda melihat notifikasi yang muncul di ponselnya. Apabila ia menaruh ponselnya secara terbalik, ia mungkin sedang menyembunyikan sesuatu. Amati juga apakah pasangan sering menyimpan ponselnya di tempat terbuka atau tidak. Apabila ia selalu menaruh ponselnya di saku (bahkan saat ia ke kamar mandi atau mengambil makanan di dapur), ia mungkin sedang menyembunyikan sesuatu dari Anda.

Baca Juga :  Cara Menjadi Lebih Menarik (dengan Gambar)

Meminta untuk melihat ponsel pasangan cukup berisiko. Apabila ia tidak menyembunyikan sesuatu tetapi Anda menanyakannya secara kurang baik, ia mungkin akan menganggap bahwa Anda tidak menghargai privasinya.

Jangan langsung berasumsi bahwa ia berselingkuh apabila tidak ada bukti lain.

Uji ia dengan mengganti topik pembicaraan.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Ketika membicarakan sesuatu yang serius, coba alihkan topik pembicaraan. Apabila Anda sedang mendiskusikan kebohongannya tetapi ia tetap tidak mau mengaku, coba ganti topik pembicaraan secara tiba-tiba. Apabila ia memang benar berbohong, ia akan merasa lega karena ia tidak perlu menjelaskan lagi kebohongannya. Apabila ia tidak berbohong, ia mungkin akan mengajak Anda untuk membicarakan topik sebelumnya untuk membuktikan bahwa ia tidak salah.

Sebagai contoh, ketika Anda sedang berargumen dengan pasangan karena ia berkencan dengan mantannya, coba katakan, “Hei, ngomong-ngomong, mau makan apa malam ini? Mau pesan sesuatu?” Apabila ia mengatakan, “Apa? Itu kan tidak penting. Pokoknya aku tidak pergi berdua dengan Ratih!” Ia mungkin tidak berbohong.

Ketika berbicara dengan teman yang tampak berbohong karena tidak mengundang Anda ke pesta, coba tanyakan apakah jaket Anda tertinggal di kamarnya atau tidak. Ia mungkin akan langsung menjawab pertanyaan ini dan melanjutkan pertanyaan Anda apabila ia memang berbohong.

Waspadalah apabila ia tiba-tiba membalikkan tuduhan Anda.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Pembohong umumnya akan membalikkan keadaan. Apabila ia merasa terpojokkan, pembohong biasanya akan balik menuduh Anda untuk membalikkan pembicaraan. Apabila ia mulai mencoba untuk menuduh Anda atas apa yang telah ia lakukan, ini adalah salah satu lampu merah yang harus Anda pertimbangkan.

Sebagai contoh, apabila Anda merasa pasangan menyembunyikan uang dan Anda menanyakan apakah ia menyimpan uang di rekening rahasia, ia mungkin akan mengatakan, “Aku selalu jujur, kok, Tidak seperti kamu. Coba aku ingin melihat mutasi rekening kamu! Pasti kamu yang menyembunyikan sesuatu dariku, kan?”

Ini juga bisa jadi merupakan tanpa absolutisme. Ketika Anda mengatakan bahwa Anda kesal karena pasangan lupa terhadap ulang tahun Anda lalu ia beranggapan bahwa ia tidak lupa, ia mungkin akan mengatakan, “Kamu juga lupa kapan ulang tahunku. Sudahlah.”

Selipan Freudian bisa jadi merupakan pertanda.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Apabila ia salah bicara ketika mengobrol dengan Anda, kebohongannya mungkin saja terungkap. Alur mengobrol kebanyakan orang akan lebih lancar apabila ia tidak perlu memikirkan setiap kata yang diucapkan. Apabila Anda merasa pasangan sedang berbohong, ia mungkin akan keceplosan ketika mengobrol dengan Anda. Apabila ia sering salah bicara atau terus mengatakan, “Maaf, maksudku…” ia mungkin sedang berusaha membohongi Anda.

Sebagai contoh, apabila ia mengatakan, “…lalu setelah pesta, Aku dan Putri… Maksudku, aku dan Budi. Maaf, Putri tidak bersamaku waktu itu,” kemungkinan besar Putri ada bersamanya.

Baca Juga :  Cara Merelakan Orang Yang Sangat Anda Cintai

Beri ia pertanyaan lanjutan.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Pembohong akan kesulitan untuk menjawab banyak pertanyaan secara sekaligus. Apabila Anda merasa pasangan sedang berbohong, beri ia banyak pertanyaan. Beri ia banyak pertanyaan yang berkaitan dengan ceritanya. Apabila ia salah bicara, tidak bisa menjawab, atau mulai terbata-bata, ia mungkin sedang mencoba untuk berbohong.

Apabila Anda ingin mengetahui apakah pasangan pergi ke pesta tanpa sepengetahuan Anda, coba tanyakan: “Kamu pergi dengan siapa kemarin?” “Pergi kemana?” “Jam berapa kamu pulang?” dan, “Berapa banyak uang yang kamu keluarkan kemarin?”

Apabila Anda merasa pasangan berbohong tentang makan malam kemarin malam, Anda bisa mengatakan: “Apa yang kamu pesan kemarin? “Di mana kamu makan?” atau, “Kamu bertemu dengan siapa kemarin?”

Coba ulangi pertanyaan Anda. Cukup katakan, “Aku lupa, dengan siapa kamu kemarin?” Apabila jawabannya berbeda, ia mungkin berbohong.

Amati nada suaranya.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Bagaimana caranya berbicara juga penting untuk diamati. Pembohong umumnya akan menutup kebohongannya dengan banyak bicara atau memotong omongan Anda. Biasanya, ia akan menaikkan nada suaranya. Anda tentunya sudah mengenali cara bicaranya. Oleh sebab itu, amati perbedaan gaya dan nada bicaranya ketika berbicara dengan Anda. Perbedaan ini mungkin mengindikasikan bahwa ia sedang berusaha menutupi sesuatu.

Ia mungkin akan mengulangi ucapannya. Apabila pasangan terus mengatakan, “Aku tidak selingkuh! Aku tidak selingkuh!” atau “Aku setuju dengan keputusanmu. Pokoknya aku setuju,” ia mungkin sedang berbohong.

Ia juga mungkin akan mengubah gaya bahasanya. Sebagai contoh, apabila ia biasanya berbicara dengan jelas dan terstruktur misalnya “Oh, aku tidak jadi pergi kemarin. Memangnya kenapa?” ia mungkin akan mengatakan, “Tidak jadi. Kenapa?” Terkadang sulit untuk membedakannya, tetapi ini adalah salah satu pertanda bahwa ia tergesa-gesa karena tidak nyaman dengan pertanyaan Anda.

Amati matanya.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Pembohong umumnya tidak berani menatap mata lawan bicaranya. Apabila pasangan biasanya menatap mata Anda saat mengobrol tetapi ia tiba-tiba memalingkan pandangannya, ia mungkin sedang berbohong. Sulit untuk menatap seseorang ketika berbohong, maka pembohong mungkin akan sesekali memalingkan pandangannya ketika berbicara dengan Anda.

Beberapa ciri-ciri orang berbohong (memalingkan pandangan, berdiri secara defensif, gelisah, dsb.) tidak selalu akurat. Beberapa studi menunjukkan bahwa ciri-ciri ini tidak universal. Oleh sebab itu, pertimbangkanlah hal-hal ini.

Umumnya, kebanyakan orang akan memandang jauh ketika memikirkan apa yang harus dikatakan. Apabila ia memandang jauh ketika diberi pertanyaan lalu tiba-tiba memandang mata Anda secara normal, ia mungkin sedang memikirkan pertanyaan Anda.

Apabila ia seorang pembohong patologis, ia mungkin akan terus memandang Anda tanpa berkedip atau berpaling. Kontak yang terlalu lama juga salah satu ciri ia sedang berbohong.

Amati bahasa tubuhnya.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Bahasa tubuh juga bisa mengindikasikan orang sedang berbohong. Apabila pasangan berbohong, ia mungkin akan merasa tidak nyaman. Ia mungkin akan menyilangkan tangan atau memegang lehernya. Ia juga mungkin akan mengarahkan tubuhnya agar tidak menghadap Anda, atau menyilangkan kakinya. Beberapa orang bahkan akan menyeret kaki atau menekuk lutut ketika berbohong. Amati cara ia duduk atau berdiri untuk melihat apakah ia sedang berbohong atau tidak.

Apabila ia menjauhkan tubuhnya dari Anda (mundur atau menjauh) ketika sedang berbicara dengan Anda, ia mungkin sedang berbohong.

Baca Juga :  11 Cara Untuk Membuat Pacar Merindukan Kamu Setelah Bertengkar

Amati kegelisahannya.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Ketika pasangan berbohong, amati tangannya. Ketika mengobrol seperti biasa, Anda akan menempatkan tangan di tempat yang nyaman dan membiarkannya. Pembohong umumnya akan memainkan jempolnya, memegang benda tertentu, atau menyentuh telinga, hidung, dan mulut. Apabila tangannya tampak tidak bisa diam, ia bisa saja sedang berbohong.

Ia juga akan sering menunjuk, terutama ketika ia berusaha membalikkan keadaan dengan menuduh balik Anda.

Pahami alasannya.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Terkadang, berbohong lebih mudah daripada mengatakan yang sebenarnya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa tidak ada salahnya untuk sedikit berbohong. Masalahnya, ini malah akan menjadi kebiasaan. Kebohongan kecil akan menghasilkan kebohongan lain, dan Anda harus berbohong lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Pada akhirnya, Anda menciptakan banyak sekali kebohongan. Bahkan, beberapa orang melakukannya secara tidak sengaja. Penting untuk diingat bahwa mungkin saja pasangan berbohong untuk menjaga perasaan Anda, dan bukan berarti ia tidak peduli lagi terhadap Anda.

Terkadang, kebanyakan orang cenderung membiarkan kebohongan terjadi dan berpura-pura semuanya baik-baik saja. Apabila memungkinkan, coba sisihkan perasaan Anda dan amati perilaku orang lain dari perspektif yang lebih objektif.

Coba untuk mewajarkan kebohongan kecil.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Beberapa kebohongan bukanlah masalah apabila Anda bisa menerimanya. Setiap orang pasti pernah membuat kebohongan kecil. White lie adalah kebohongan yang tidak akan menyakiti, umumnya digunakan untuk menjaga perasaan. Apabila pasangan sering berbohong untuk menjaga perasaan Anda, Anda mungkin tidak perlu menjadikannya masalah. Bahkan, kebohongan kecil seperti ini menunjukkan bahwa ia sangat peduli terhadap Anda karena dibutuhkan empati untuk mengenali hal yang dapat membuat Anda sedih dan kasih sayang untuk membuat Anda merasa lebih baik.

Sebagai contoh, “Apakah baju ini membuat aku gendut?” Apabila dijawab dengan jujur, perasaan orang tersebut mungkin akan tersakiti. Selain itu, mengatakan bahwa pakaian seseorang membuatnya tidak menarik justru malah akan menimbulkan masalah.

Apabila pasangan melakukan kebohongan besar yang bukan untuk menjaga perasaan Anda, Anda harus membicarakannya.

Bicarakan apabila Anda sudah yakin bahwa ia berbohong.

15 Cara untuk Mengenali Pasangan yang Pembohong

Apabila Anda memiliki bukti kuat bahwa ia berbohong, segera bicarakan. Cara terbaik untuk melakukannya adalah secara langsung, tunjukkan buktinya, lalu bicarakan dengan tenang dan rasional. Jangan tunjukkan bahwa Anda marah apabila ingin ia berterus terang. Apabila ia mengaku, Anda bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya. Apabila ia tetap tidak ingin mengaku, pikirkan lagi apakah Anda masih ingin berhubungan dengannya atau tidak.

Anda bisa melakukannya dengan mengatakan, “Dengar, aku tidak marah, tetapi aku ingin kamu jujur. Kamu memberi tahuku tiga cerita yang berbeda tentang kejadian kemarin malam. Kamu juga tampak gelisah dan tidak mau menatapku. Jujur saja, ada apa?”

Anda juga bisa mengatakan, “Aku tahu kamu bilang kamu tidak bisa datang karena kamu sakit, tetapi kamu malah menjauhiku dan bilang bahwa kamu pergi keluar kemarin malam. Kenapa kamu tidak datang?”

Apabila tidak terlalu serius, Anda tidak perlu membahasnya. Cukup ingat perbuatannya. Apabila ia tidak keberatan untuk berbohong tentang hal kecil, ia mungkin juga tidak keberatan untuk berbohong tentang hal yang lebih serius.

Tinggalkan komentar