Skip to main content

Bagian Dasar Elektronika

A. Resistor

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Di pasaran terdapat aneka macam jenis resistor, dapat digolongkan menjadi dua macam adalah resistor tetap yakni resistor yang nilai tahanannya tetap dan ada yang mampu di­atur­atur dengan tangan, ada juga yang pergeseran nilai tahanannya diatur automatis oleh cahaya atau oleh suhu.

Resistansi resistor lazimnya dituliskan dengan kode warna yang berupa budaran­ bundaran atau bisa juga gelang warna. Adapun satuan yang digunakan ialah OHM (Ω). Kecuali besarnya resistansi, suatu resistor ditandai dengan toleransinya, juga berbentukgelang warna yang dituliskan sehabis tanda resistansi.

Parameter resistor berikutnya adalah besarnya daya maksimum yang diperkenankan melewatinya. Mengenai daya maksimum ini tidak diberikan tanda oleh pabriknya akan namun cuma dilihat dari demensinya saja. Resistor ada yang mempunyai kemampuan 1/8 Watt, 1⁄4 Watt, 1⁄2 Watt, 1 Watt, 2 Watt, 5 Watt dan sebagainya.

Adapun isyarat warna untuk angka :
0 = Hitam
1 = Cokelat
2 = Merah
3 = Orange
4 = Kuning
5 = Hijau
6 = Biru
7 = Ungu
8 = Abu­-bubuk
9 = Putih

isyarat warna untuk toleransi yakni sebgai berikut :

1 persen = Cokelat
2 persen = Merah
5 persen = Emas
10 persen = Perak

Bahan pembuat resistor dapat dipakai lilitan kawat tahanan atau dapat pula dengan karbon. Dengan lilitan kawat tahanan, maka kecuali resistansi, juga akan menunjukkan sedikit induktansi. Pada saat ini resistor yang memakai karbon sudah tidak banyak terdapat di pasaran.

1.Resistor Variable (VR)

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Nilai resistansi resistor jenis ini mampu dikontrol dengan tangan, kalau pengaturan dapat dilaksanakan setiap saat oleh operator (ada tombol pengatur) dinamakan potensiometer dan jika pengaturan dijalankan dengan obeng dinamakan trimmer potensiometer (trimpot). Tahanan dalam potensiometer mampu dibuat dari bahan carbon dan ada juga dibentuk dari gulungan kawat yang disebut potensiometer wire­wound. Untuk digunakan pada voltage yang tinggi biasanya lebih digemari jenis wire­wound.

2.Resistor Peka Suhu

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Nilai resistansi thermistor tergantung dari suhu. Ada dua jenis yaitu NTC (negative temperature coefficient) dan PTC (positive temperature coefficient). NTC resistansinya kecil jikalau panas dan kian cuek makin besar. Sebaliknya PTC resistensi kecil kalau hambar dan membesar jikalau panas.

3. Resistor Peka Cahaya

Resistor jenis ini yaitu LDR (Light Depending Resistor) yang nilai resistansinya tergantung pada sinar / cahaya.
B. Kapasitor (Kondensator)

Kapasitor dapat menyimpan muatan listrik, mampu meneruskan tegangan bolak balik (AC) akan tetapi menahan tegangan DC, besaran ukuran kekuatannya dinyatakan dalam FARAD (F). Dalam radio, kapasitor digunakan untuk:

1.Menyimpan muatan listrik
2.Mengatur frekuensi
3.Sebagai filter
4.Sebagai alat kopel (penyambung)

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Berbagai macam kapasitor dipakai pada radio, ada yang memiliki kutub positif dan negatif disebut polar . Ada pula yang tidak berkutub, lazimdi sebut non-polar. Kondensator elektrolit atau elco dan tantalum yaitu kondensator polar. Kondensator dengan solid dialectric biasanya non polar, contohnya keramik, milar, silver mica, MKS (polysterene), MKP (polypropylene), MKC (polycarbonate), MKT (polythereftalate) dan MKL (cellulose acetate).

Disamping nilai kapasitansi, kondensator memiliki batas kesanggupan tegangan (Work Voltage), ialah tegangan maksimum yang diperbolehkan. Penulisan kapasitansi kapasitor masif lazimnya memakai code angka tiga digit dengan satuan pF, sedangkan pada elco angka desimal.

Nilai kapasitansi kapasitor dipengaruhi oleh temperatur, diantara banyak sekali jenis kapasitor yang sudah disebutkan di atas, jenis mica atau silver mica adalah yang paling tahan terhadap pergeseran suhu.

1. Kapasitor Variable (VARCO)

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Nilai kapasitansi jenis kondensator ini dapat diatur dengan tangan, jika pengaturan mampu dijalankan setiap dikala oleh operator (ada tombol pengatur) dinamakan Kapasitor Variabel (VARCO) dan kalau pengaturan dilakukan dengan obeng dinamakan kapasitor trimmer.

C. Transistor

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Komponen semiconductor selanjutnya adalah transistor, komponen ini boleh dikata tergolong unsur yang susunannya sederhana bila dibandingkan dengan Integrated Circuit.

Pada prinsipnya, suatu transistor terdiri atas dua buah dioda yang disatukan. Agar transistor dapat bekerja, terhadap kaki­kakinya harus diberikan tegangan, tegangan ini dinamakan bias voltage. Basis­emitor diberikan forward voltage, sedangkan basis­pengumpul diberikan reverse voltage. Sifat transistor yakni bahwa antara pengumpul dan emitor akan ada arus (transistor akan menghantar) jikalau ada arus basis. Makin besar arus basis kian besar penghatarannya.

Berbagai bentuk transistor yang terjual di pasaran, materi selubung kemasannya juga ada berbagai macam misalnya selubung logam, keramik dan ada yang berselubung polyester. Transistor pada umumnya mempunyai tiga kaki, kaki pertama disebut basis, kaki selanjutnya dinamakan pengumpul dan kaki yang ketiga disebut emitor.

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Suatu arus listrik yang kecil pada basis akan mengakibatkan arus yang jauh lebih besar diantara kolektor dan emitornya, maka dari itu transistor digunakan untuk memperkuat arus (amplifier).

Terdapat dua jenis transistor ialah jenis NPN dan jenis PNP. Pada transistor jenis NPN tegangan basis dan kolektornya kasatmata terhadap emitor, sedangkan pada transistor PNP tegangan basis dan kolektornya negatif terhadap tegangan emitor.

Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk:

1.Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC)
2.Sebagai penyearah
3.Sebagai mixer
4.Sebagai osilator
5.Sebagai switch

1. Uni Junktion Transistor (UJT)

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Uni Junktion Transistor (UJT) ialah transistor yang memiliki satu kaki emitor dan dua basis. Kegunaan transistor ini adalah utamanya untuk switch elektronis. Ada Dua jenis UJT yakni UJT Kanal ­N dan UJT Kanal­ P.
2. Field Effect Transistor (FET)

Field Effect Transistor (FET) ialah sebuah jenis transistor khusus. Tidak mirip transistor biasa, yang hendak menghantar kalau diberi arus di basis, transistor jenis FET akan menghantar kalau diberikan tegangan (jadi bukan arus). Kaki­-kakinya diberi nama Gate (G), Drain (D) dan Source (S).

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Beberapa Kelebihan FET ketimbang transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar, serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor, maka hanya digunakan pada bab­bab yang memang memerlukan. Ujud fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor.

Seperti halnya transistor, ada dua jenis FET yakni Kanal­ N dan Kanal­ P. Kecuali itu terdapat berbagai macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET).
3. MOSFET

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET) yakni sebuah jenis FET yang mempunyai satu Drain, satu Source dan satu atau dua Gate. MOSFET mempunyai input impedance yang sungguh tinggi. Mengingat harga yang cukup tinggi, maka MOSFET cuma dipakai pada bab­ bab yang benar­benar memerlukannya. Penggunaannya contohnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah.

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Dalam packing dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik, mengemasnya memakai kertas timah, pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET. Seperti halnya pada FET, terdapat dua macam MOSFET yaitu Kanal ­P dan Kanal ­N.

D. Dioda

Dioda adalah komponen semiconductor yang paling sederhana, dia terdiri atas dua elektroda adalah katoda dan anoda. Ujung badan dioda biasanya diberi bertanda, berbentukgelang atau berbentuktitik, yang pertanda letak katoda. Dioda cuma bisa dialiri arus DC searah saja, pada arah sebaliknya arus DC tidak akan mengalir. Apabila dioda silicon dialiri arus AC yakni arus listrik dari PLN, maka yang mengalir hanya satu arah saja sehingga arus output dioda berupa arus DC. Bila anoda diberi memiliki peluang kasatmata dan katoda negatif, dibilang dioda diberi forward bias dan bila sebaliknya, dikatakan dioda diberi reverse bias. Pada forward bias, perbedaan voltage antara katoda dan anoda disebut threshold voltage atau knee voltage. Besar voltage ini tergantung dari jenis diodanya, bisa 0.2V, 0.6V dan sebagainya.

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Bila dioda diberi reverse bias (yang beda voltagenya tergantung dari tegangan catu, tegangan tersebut disebut tegangan terbalik. Tegangan terbalik ini tidak boleh melampaui harga tertentu, harga ini disebut breakdown voltage, misalnya dioda type 1N4001 sebasar 50V. Dioda jenis germanium misalnya type 1N4148 atau 1N60 jika diberikan forward bias dapat meneruskan getaran frekuensi radio dan jikalau forward bias dihilangkan, akan mem­blok getaran frekuensi radio tersebut. Adanya sifat ini, dioda jenis tersebut dipakai untuk switch. Dioda Zener yakni suatu dioda yang mempunyai sifat bahwa tegangan terbaliknya sungguh stabil, tegangan ini dinamakan tegangan zener. Di atas tegangan zener, dioda ini akan menghantar listrik ke dua arah. Dioda ini dipakai sebagai voltage stabilizer atau voltage regulator. Bentuk dioda ini seperti dioda biasa, perbedaan cuma dapat dilihat dari type yang tertulis pada bodynya dan zener voltage dilihat pada vademicum.

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika  Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Suatu jenis dioda lainnya yaitu Light Emiting Diode (LED) yang dapat mengeluarkan cahaya jika diberikan forward bias. Dioda jenis ini banyak digunakan sebagai indikator dan display. Misalnya dapat digunakan untuk seven segmen (display angka). Dioda foto mempunyai sifat lain lagi, yang berkebalikan dengan LED yakni akan menciptakan arus listrik jikalau terkena cahaya. Besarnya arus listrik tergantung dari besarnya cahaya yang masuk.
 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Dioda Kapasitansi Variabel yang disebut juga dioda varicap atau dioda varactor. Sifat dioda ini ialah jika dipasangkan berdasarkan arah terbalik akan berperan selaku kondensator. Kapasitansinya tergantung pada tegangan yang masuk. Dioda jenis ini banyak dipakai pada modulator FM dan juga pada VCO suatu PLL (Phase Lock Loop).

Untuk menciptakan penyearah pada power supply, di pasaran banyak terjual dioda bridge. Dioda ini adalah dioda silicon yang dirangkai menjadi sebuah bridge dan dikemas menjadi satu kesatuan bagian. Di pasaran terjual aneka macam bentuk dioda bridge dengan berbagai macam kapasitasnya. Ukuran dioda bridge yang utama yaitu voltage dan ampere maksimumnya. Banyak sekali penggunaan dioda dan secara umum dioda dapat digunakan antara lain untuk:

1.Pengaman
2.Penyearah
3.Voltage regulator
4.Modulator
5.Pengendali frekuensi
6.Indikator
7.Switch

E. Kumparan (Coil)

Coil yakni sebuah gulungan kawat di atas suatu inti. Tergantung pada keperluan, yang banyak dipakai pada radio ialah inti udara dan inti ferrite. Coil juga disebut inductor, nilai induktansinya dinyatakan dalam besaran Henry (H). Dalam pesawat radio, coil dipakai : 1.Sebagai kumparan redam 2.Sebagai pengatur frekuensi 3.Sebagai filter 4.Sebagai alat kopel (penyambung)

1. Coil Variabel

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Coil variabel ialah coil dengan induktansi yang mampu diubah-ubah, pergeseran dijalankan dengan memutar posisi inti ferrite. Coil seperti ini banyak digunakan pada osilator biar frekuensi dapat dikelola­atur, bentuk coil ini serupa dengan trafo IF.

2. Transformator (Trafo)

Transformator yakni dua buah kumparan yang dililitkan ada satu inti, inti mampu inti besi atau inti ferrite. Ia mampu meneruskan arus listrik AC dan tidak mampu untuk dipakai pada DC. Kumparan pertama disebut primer yakni kumparan yang menerima input, kumparan kedua disebut sekunder adalah kumparan yang menciptakan output. Dalam pesawat radio, transformator digunakan:

a.Mengubah tegangan listrik (disebut Power Trafo)
b.Sebagai kopel

1. Power Trafo

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Kumparan primer dan sekunder mampu digulung secara terpisah atau dapat juga digulung bersusun. Gulungan primer dan sekundernya mampu berdiri sendiri­-sendiri atau mampu menjadi satu ini disebut autotrafo. Gulungan trafo diberikan TAP ditengah yang disebut disebut trafo center tap.

2. Trafo Kopel

Trafo kopel dipakai untuk meneruskan listrik AC disertai perubahan impedansi. Kita ketahui bahwa gulungan kawat pada suatu inti tertentu, jika jumlah gulungannya berlainan, cenderung akan memperlihatkan impedansi yang berlainan pula.


 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Seperti halnya pada power trafo, primer dan sekunder dapat digulung secara terpisah atau mampu juga digulung bersusun. Suatu trafo dengan tap bila gulungan sebelum tap dan setelah tap symetris disebut bifilar, bila diberi dua tap disebut trifilar. Cara penggulungan trafo bifilar dijalankan dengan menumpuk dua kawat dan digulung bareng ­sama, lalu kedua ujungnya dihubungkan kembali (disolder). Penyambungan dikerjakan sedemikian sehingga kedua gulungan sebelum dan sesudah tap memiliki arah gulungan yang sama. Demikian juga untuk trifilar, dijalankan dengan menumpuk tiga kawat.

F. Kristal

Dalam pesawat radio, kristal banyak digunakan pada pembangkit frekuensi tinggi (osilator) supaya frekuensi osilator mampu dipertahankan stabil, disamping frekuensi yang stabil, suatu osilator kristal mempunyai bandwidth yang sangat sempit. Kristal yang dipakai dalam pesawat radio pada umumnya ialah sekeping pecahan kristal quartz. Frekuensi resonansinya tergantung pada ketebalan kepingannya, misalnya untuk 7 MHz ketebalannya sekitar 0.9 MM. Seperti kita pahami bersama bahwa suatu kristal quartz mampu menunjukkan efek piezoelectric. Material piezoelectric lainnya adalah Garam Rochelle atau nama kimianya Kalium Natrium Tartrat, kristal semacam ini kebanyakan digunakan untuk microphone atau untuk speaker headphone. Untuk menciptakan kristal dengan frekuensi yang tinggi (di atas 20 MHz) agak sukar menciptakan ketebalan yang akurat. Biasanya untuk frekuensi tinggi dipakai kristal dengan frekuensi dibawah, berikutnya pada osilator diberikan filter sehingga menghasilkan output harmonic­nya. Kristal yang bekerja pada frekuensi sesuai ketebalan bagian kristal disebut kristal mendasar dan kristal yang melakukan pekerjaan 3 atau 5 kalinya disebut overtone. Disamping penggunaannya selaku osilator, microphone dan speaker, kristal juga dipakai sebagai filter. Kristal filter terdiri atas suatu rangkaian kristal berupa ladder filter atau rangkaian lattice filter, kristal yang khusus dibuat untuk filter mempunyai kaki tiga.

1. Ceramic Filter
 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Untuk kebutuhan filter yang tidak membutuhkan bandwith sempit (bukan untuk SSB filter), digunakan ceramic filter. Ceramic filter digunakan dalam radio untuk IF filter. Ceramic filter bahu-membahu juga punya kesanggupan sebagai osilator ataupun SSB filter, akan namun penulis tidak menganjurkan untuk menggunakannya selaku SSB filter oleh karena bandwidth yang amat lebar, jauh melampaui bandwidth yang diperkenankan dalam radio regulation.
G. Reley

Reley yakni suatu switch yang digerakkan secara elektris, dalam pesawat radio transceiver digunakan untuk memindah­mindah pedoman listrik dari bab receiver ke bab transmitter dan menggeser-­mindah antena dari receive ke transmit.
H. Integrated Circuit

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Integrated Circuit (IC) sesungguhnya yakni sebuah rangkaian elektro yang dikemas menjadi satu bungkus yang kecil. Beberapa rangkaian yang besar dapat diintegrasikan menjadi satu dan dibungkus dalam kemasan yang kecil. Suatu IC yang kecil mampu menampung ratusan bahkan ribuan komponen.

Bentuk IC bisa bermacam­-macam, ada yang berkaki 3 contohnya LM7805, ada yang seperti transistor dengan kaki banyak contohnya LM741.

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Bentuk IC ada juga yang ibarat sisir (single in line), bentuk lain adalah segi empat dengan kaki-­kaki berada pada ke­ empat sisinya, akan namun kebanyakan IC berupa dual in line (DIL).

IC yang berbentuk bundar dan dual in line, kaki-­kakinya diberi bernomor urut dengan urutan sesuai arah jarum jam, kaki nomor SATU diberikan bertanda titik atau takikan.Setiap IC ditandai dengan nomor type, nomor ini lazimnya memberikan jenis IC, jadi bila nomornya sama maka IC tersebut sama fungsinya. Kode lain memperlihatkan pabrik pembuatnya, misalnya operational amplifier type 741 mampu muncul dengan tanda uA­741, LM­741, MC­741, RM­741 SN72­741 dan sebagainya.

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Suatu kalangan IC disebut IC linear, antara lain IC regulator, Operational Amplfier, audio amplifier dan sebagainya. Sedangkan golongan IC lain disebut IC digital misalnya NAND, NOR, OR, AND EXOR, BCD to seven segment decoder dan sebagainya.

Jenis IC yang kini berkembang dan banyak dipakai adalah Transistor­-Transistor Logic (TTL) dan Complimentary Metal Oxide Semiconductor (CMOS).Jenis CMOS banyak terdapat di pasaran yaitu keluarga 4000, misalnya 4049, 4050 dan sebagainya. Jenis TTL ditandai dengan nomor awal 54 atau 74. Prefix 54 menandakan standar militer adalah bisa melakukan pekerjaan dari suhu ­54 hingga 125C. Sedangkan prefix 74 mengambarkan patokan komersial adalah mampu melakukan pekerjaan pada suhu 0 sampai 70C. Penomoran TTL dilaksanakan dengan 2, 3 atau 4 digit angka mengikuti prefix­nya, contohnya 7400, 74192 dan sebagainya. Huruf yang berada diantara prefix dan suffix mengambarkan subfamily­nya. Misalnya AS (Advance Schottkey), ALS (Advance Low Power Schottkey), H (High Speed), L (Low Speed), LS (Low Power Schottkey) dan S (Schottkey).Apabila dibandingkan rangkaian dengan memakai transistor dengan rangkaian memakai IC, condong penggunaan IC lebih simpel dan ongkosnya relatif ebih ringan.

 Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor Komponen Dasar Elektronika

Pada ketika ini sudah berkembang banyak sekali jenis IC, jenisnya hingga ratusan sehingga tidak mungkin dibicarakan secara lazim. Untuk menggunakan IC kita mesti memiliki vademicum IC yang diterbitkan oleh pabrik­-pabrik pembuatnya. Setiap jenis IC memiliki klarifikasi sendiri­-sendiri tentang sifatnya dan cara penggunaannya.

Apabila kita membuka lembaran vademicum IC, kita akan menyaksikan berbagai symbol IC logic. Arti symbol­-symbol ini akan kita pelajari kalau telah mulai eksperimen dengan IC digital.Dengan mempelajari rangkaian sebuah IC, yang terdiri atas terlalu banyak komponen, maka dapat kita bayangkan bahwa piranti tersebut praktis mustahil lagi dirangkai dengan menggunakan tabung-­tabung elektron.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar